ESENSI FOTOGRAFI: ANALOG atau OLAH DIGITAL?

by M. A

Dunia fotografi pada era sekarang ini telah demikian canggih. Fotografi digital kerap kali menjadi pilihan para pemula. Tidak dapat disalahkan, penjualan kamera-kamera analog di tanah air sudah sangat menipis. Jika kita telusuri, hanya kamera analog “tangan ke-2” yang dapat kita jumpai di toko-toko kamera. Harganya pun sudah menjadi jauh lebih murah, karena sedikitnya peminat dan mahalnya menggunakan roll film sebagai media.

Namun tidak dapat dipungkiri, hasil foto yang menggunakan media roll film lebih menyerupai aslinya. Jarang terdapat distorsi-distorsi yang dapat kita jumpai di lensa-lensa kamera digital. Lagi pula, hasil foto dari media film dapat diperbesar ratusan kali dan tidak pecah, dan sayangnya kamera digital yang hanya mempunyai kuota terbatas. Meskipun begitu, ironisnya angka permintaan penjualan kamera digitalpun sudah meledak sejak 6 tahun yang lalu.

Sekali lagi hal itu tergantung pada peminat yang lebih mengutamakan suatu esensi dari fotografi maupun seni olah digital yang lebih mudah digunakan untuk mempercantik sebuah gambar. Para pembeli dan peminat dunia fotografi digital tidak sayang untuk mengeluarkan kocek yang tidak kecil jumlahnya hanya untuk membeli sebuah piranti digital yang mendukung seni fotografinya.

Contoh hasil kamera analog dan digital:

(Foto kiri: Colleen Hatch,  Kanan: koleksi pribadi)

Sekarang hal itu ditangan Anda, apakah anda seorang tipe fotografer yang mengutamakan esensi fotografi murni dengan mempercayai insting dan keahlian sendiri, atau seorang tipe fotografer yang menggunakan keterampilan olahan menggunakan teknik komputerisasi dalam mempercantik sebuah gambar?

©Meutia Ananda

Advertisements