P U T A R

by M. A

maaf,
aku terpaut dalam ketidaktahuan diri akan suatu permintaan yang berbicara lebih dari sekedarnya

dillema,
dihajar ketentuan-ketentuan norma, otokratis tak tolerir terbina oleh kuasa manusia

kilas khatulistiwa di depan mata, terbaur dengan unsur-unsur surga yang kiranya bicara tentang hari-hari fana yang masih harus terpijak saat ini
membentuk deret cerita, mengutip waktu dan menentukan warna nafasku, nafas kita

adalah air asalnya,
ketika ku menemukanmu, sedang meneguk inti dari sebuah atom hitam yang terurai diikuti sebuah cahaya dalam bukaan rona
aku terduduk, merasa lemah

adalah angin asalnya,
aku antarkan salam padamu, melambai menyiratkan arti aku adalah sepi

adalah api asalnya,
ketika aku merana, bengis dan dosa, do’aku terbakar pertama kalinya

adalah tanah asalnya,
aku menemukan seribu kenyamanan bersamamu, meniti fajar hingga senja
kamu sempurna

dan terus berputar

berirama

Advertisements