Gossiping

by M. A

Keseharian gua diisi dengan berbagai macam kejadian dan perilaku-perilaku manusia yang ngga bisa diterka. Setiap hari gua menjalani hari yang quiet absurd. Tapi gua mencintainya. Menikmati apa yang dunia kasih ke gua. Fenomena yg sering terjadi di tempat gua belajar adalah ‘menggosip’. Hal yang yang gua kurang bisa nikmati. Membawa berita-berita yang bisa membuat kita terkejut bahkan tak percaya. Lucu sih, ngeliat temen-temen excited cerita tentang si A ato si B dibalik kehidupan ‘normal’nya di sana.

Ha, gua punya pendapat lain dari itu. Menurut gua menggossip Cuma mengurangi waktu yang gua punya untuk melakukan hal lain yang lebih menyenangkan. Tapi berhubung yang melakukan ‘gossiping’ itu adalah sahabat-sahabat yang gua sayang, ya gua ikut mendengarkan dan jarang sekali menanggapi tentang kebenaran atau kebohongan gossip itu. Sahabat gua dari SD, sahabat yang paling mengenal gua luar dalem pernah ngomong, “Mut, knp ngga suka banget ngumpul-ngumpul sih sm yang lain?”. Dari SD gua uda punya sekumpulan teman-teman to hang out with. Berlanjut ketika gua SMP, teman-teman yang menyenangkan untuk diajak melakukan berbagai hal kecuali ketika waktu untuk gossip datang. I prefer to be aside, or find my mind on some tasks or ‘gebetans’. I wouldn’t mind to argue while they were there pondering about some stuff of ‘human being’ which I didn’t like to hear.

My lovely friend in campus often asks me, “Te, cerita dong, tentang apa kek gitu.” Lalu gua akan menjawab “Cerita apa?? I don’t have anything to tell”. Terkadang kalimat itu membuat orang-orang gemes. Like I don’t have any life beside the campus life. Sebagai manusia, gua selalu punya urusan lain yang harus di urusin beside colloguing. Tentang hal-hal personal, ingin gua katakan, gua sudah menyimpan bahkan mengubur hal itu dalam-dalam. Sehingga suatu saat nanti, gua bisa buka cerita dengan orang-orang yang gua sayang.  Bukan sekarang berarti. Nanti. Sekarang gua ngga punya waktu banyak untuk membicarakan tentang hal-hal lampau yang pernah mengisi hidup gua. It wasn’t a good story though. Dan bisa gua clarify lagi, kehidupan yang menyenangkan di masa tertentu itu relatif. Bukan berarti gua harus menikmati flow masa muda gua dengan bergossip. Tapi gua bilang, visi seseorang itu di tentukan oleh dirinya masing-masing dan bagaimana mereka menentukan kebahagiaan di kehidupan mereka.

Gua bukan seorang yang ideal bagi semua orang in the entire world. But I hope, gua akan menjadi seseorang yang ideal bagi seseorang lain suatu hari. The life is golden. I wanna be told by other about how golden I am. Of seeing the world. A lot of places to see. A lot of people to analyze and hang out it. There are lots of smart people out there. That I’m really willing to meet.

Dasar dari pemikiran gua tentang gossiping itu adalah:

·         Gossip tidak lebih menyenangkan dari fakta-fakta tentang diri seseorang.

·         Gossip tidak bisa dijadikan dasar untuk menambah ekualitas hidup.

·         Gossip isn’t a certain thing. Devastating.

·         I don’t know why, people choose a word ‘GOSSIP’ than ‘RUMOUR’.

·         Dan semua itu adalah  pilihan. Apakah diri sang penggosip sudah lebih baik dari yang digosipkan.

 

Ps: cobalah bandingkan gossip dengan fashion look, tentu jika yang kedua yang dibicarakan akan lebih menyenangkan daripada personalitas seseorang yang belum tentu kita kenal.

Youth is a quality, not a matter of circumstances.
Frank Lloyd Wright

Advertisements