Konser Story of The Year di Jakarta, 5 Juni 2008

by M. A

SOTYKonser band asal St. Louis, Arizona Story of The Year yang diadakan di Istora Senayan, Jakarta kemarin malam berlangsung “cadas”. Pertunjukan yang dibuka oleh performa band asal Canada “Your Favorite Enemies” itu mendatangkan anak-anak emo dan metal dari berbagai pelosok kota. Gua terkagum-kagum ngeliat Dan Marsala berulang kali mengeluarkan screamnya dengan stabil. Scream yang dikeluarkan front man SOTY (Story of TheYear) itu merupakan scream terindah yang pernah gua denger (yang kedua adalah vokal Bert McCracken dari The Used).

Lantunan lagu-lagu dari album pertama sampe ketiga disambut antusias oleh para penonton, mereka memperlihatkan kesan “haus” akan lagu apa yang akan dilantunkan selanjutnya. Loncatan, hentakan, teriakan dan ayunan tangan yang menggebu-gebu serentak meng’elu-elu’kan Story of The Year. Membuat para personil berakting “liar” dan kacau. Lagu-lagu andalan seperti Sidewalks, Anthem of Our Dying Day, In The Shadows dan Until The Day I Die menggema arena konser karena serentak dinyanyikan bersama.

Konser semalam memang tidak sepenuh konser Muse, Saosin dan Fall Out Boy (gua pikir hal itu terjadi karena promoter acara bukan Java Musikindo). Terasa sekali perbedaan ketika gua nonton konser yang diselenggarakan oleh Java Musikindo tersebut. Dilihat dari harga tiket tidak terlampau mahal, lalu penjagaannya kurang ketat (gua ngeliat ada panitia yang ikutan nonton dan ada yang bawa Handy-Cam, tau gitu gua bawa DSLR), selain itu publikasinya tidak “jor-joran” seperti yang sering dilakukan Java. Namun crowd yang mayoritas anak-anak emo tersebut merasa sangat terpuaskan oleh performa itu termasuk gua (tp gua bkn emo). Entah kenapa gua mo mengulang malem kemaren. Muahhahaha

Konser yang chaotic tersebut memang uda ciri khasnya SOTY pada saat perform. Tadi malam Adam Russel (Basis) tiba-tiba menggantikan posisi Dan Marsala and scream in the end of the song All We Never Know. Tiba-tiba Dan mengganti posisi di drum, dan Josh Wills (drummer) di bass.. Real nice performance. Chaos!

SOTY baru saja merilis album baru berjudul The Black Swan. Dengan singles nya Wake Up, The Black Swan, Tell Me (PAC). Gua uda dengerin album mereka yang ketiga dan mendengar lantunan lagu-lagu tersebut. Agak wonder, kok kali ini menyerupai saosin sedikit ya aransemen lagunya? Tapi after all, album ini sangat worth untuk didengarkan berulang-ulang.

Yang gua pengen kritik, band pembuka sangat membosankan. Membawakan lagu alternative metal yang tidak mudah dicerna. Sang vocalist pria berulang kali meneriakan “Are You with Me Tonight?”, membuat para penonton bingung. Selain itu ada adegan romantis antara vokalis pria dan wanita (kurang menarik), suara vokalis wanita tidak terdengar jelas, setiap kali do’i menyanyi, vokalis pria selalu berteriak-teriak. Ditambah mereka menterjemahkan C’mon menjadi ”Ayo!” dan jump menjadi “lompat!”. Jadi ketika disuruh “C’mon, jump! Jump! Jump!”, diganti menjadi “Ayo, lompat! Lompat! Lompat!” terkesan seperti retard. (but I appreciate that they wanna learn about our language though) but it was awful, penonton merasa bosan.

Dibalik semua itu, pertunjukan Story of The Year sangat memenuhi dahaga gua dalam menikmati sebuah konser. They are absolutely one of many talented bands. Gua harap bisa nonton konser yang kaya gini lagi some other time. Dibalik kecaman-kecaman kenaikan harga BBM dan tragedy monas oleh sejumlah ormas, gua masih muda, gua pengen menikmati konser yang orangtua uda susah nikmati. Hahahha, youth ego is still with me. But I’m sure young people act responsibly to everything they do.

Advertisements